oleh

DPD Perisai Prabowo Deli Serdang bersama Yayasan GERSUMMI bersama bergerak untuk Generasi Emas Anak Bangsa

Deli Serdang – Meningkatnya persoalan kenakalan remaja yang kian hari semakin kita dengar, pembinaan karakter anak anak usia dini saat ini sangat penting dan diperlukan oleh kita para orang tua dan serta seluruh masyarakat saling bersinergi dalam mengubah karakter anak anak. Pendidikan agama dilingkungan masyarakat sangat perlu ditingkatkan terkhusus dimulai dari dusun. Hal yang sangat perlu dan dibutuhkan adalah ruang serta fasilitas, serta sarana penunjang untuk kegiatan tersebut. DPD Perisai Prabowo Deli Sedang dan Yayasan GERSUMMI ( Gerakan Solidaritas Ummat Muslim Indonesia ) menyampaikan sebuah pesan melalui penyaluran di pengajian malam Dusun 3 Desa Bakaran Baru Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Jumat (30/10/2026).

Sinergitas ini merupakan bagian dari ikut mendukungan penuh terhadap program Deli Serdang Mengaji yang menjadi salah satu program yang dilaksanakan Kepala Dusun 3 Desa Bakaran Batu dalam membina karakter masyarakat terkhusus anak-anak usia dini. Guna menghindarkan mereka dari kegiatan yang bersifat negatif, serta membangun kebersamaan masyarakat dalam meningkatkan nilai – nilai religius dilingkungan sekitar. Dalam kegiatan ini juga turut melibatkan para orang tua untuk bersama mengaji beserta anak-anaknya agar rasa kekeluargaan semakin terjalin didalam keluarga” ujar Dede Prayogi Kepala Dusun 3

Baca Juga  Sarasehan Kebudayaan Nusantara di Bogor: Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan Pancasila sebagai Strategi Besar Bangsa

Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam memulai hal positif didalam kehidupan bermasyarakat. Akan tetapi ada persoalan yang jauh lebih besar adalah sejauh mana program keagamaan ini benar benar berjalan dan dapat sesuai dengan harapan kita bersama dalam membangun generasi emas anak bangsa. Memastikan masyarakat beserta anak-anak memiliki akses belajar agama secara rutin di lingkungan masyarakat, memiliki guru yang memadai, serta mendapatkan lingkungan sosial yang mendukung pembentukan karakter adalah tantangan sesungguhnya.

Ketua DPD Perisai Prabowo Deli Serdang, Indrawan, S.Pd.I mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan mengawal terhadap program pemerintah yang berdampak positif kepada masyarakat. Terlebih pentingnya pendidikan agama yang menjadi salah satu pondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda menuju generasi emas anak bangsa. Program pemerintah yang berdampak positif kepada masyarakat kita seluruh elemen masyarakat mendukung nya, “ujar Indrawan.

Baca Juga  DPR Dorong Pemerintah Ikuti Kesuksesan Brasil dalam Membangun Ekosistem Bioetanol Terintegrasi

Menurut Sutrisno Bendahara DPD Perisai Prabowo Deli Serdang, penguatan pendidikan agama dilingkungan masyarakat sangat penting ketika anak-anak dan remaja menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sosial. Perlunya pengawasan yang dilakukan semua elemen masyarakat agar program ini semakin efektif dan berjalan sesuai harapan kita bersama. Program ini tidak boleh berhenti pada kegiatan pembagian Al-Qur’an atau seremoni keagamaan. Jika ingin melahirkan “Generasi Emas”, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus memastikan program berjalan konsisten, terukur, dan menyentuh kebutuhan nyata anak-anak di lingkungan tempat tinggal.
Demi perkembangan regenerasi anak bangsa, khususnya dalam membangun generasi anak-anak yang berlandaskan agama serta memiliki bekal untuk membentengi diri dari perilaku negatif,” katanya.

Baca Juga  Tim Penyidik KPK Amankan Dokumen Hasil Penggeledahan di Tiga Lokasi

Ahmad Budi, salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, semua berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Bukan sekadar memperbanyak jumlah Al-Qur’an yang disalurkan, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan agama di agama. Mereka juga membutuhkan teladan untuk ditiru, lingkungan untuk bertumbuh, dan pendampingan agar nilai-nilai yang dipelajari benar-benar menjadi perilaku.

Karena itu, semestinya bukan berapa banyak Al-Qur’an yang dibagikan, melainkan seberapa jauh program ini mampu membentuk karakter anak, memperkuat moral keluarga, dan menekan berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan generasi muda.
Di situlah program ini akan benar-benar bermakna—bukan sekadar menjadi agenda, tetapi menjadi gerakan masyarakat dan keluarga saling bersinergi.