oleh

Guan Yu, Sang Praktisi Chun Qiu Jing dengan Warisan Kebijaksanaan dan Keteladanan

KABARPAPUA.CO.ID – Guan Yu atau Kwan Kong (160-220) adalah seorang jenderal militer, prajurit legendaris, pahlawan, dan tokoh sejarah yang hidup pada masa akhir Dinasti Han Timur. Dia dikenal atas keberanian, kesetiaan, ketangguhan fisik, dan kehebatannya dalam militer.

Sifat-sifat ini membuatnya didewakan sebagai Dewa Perang. Dalam roman klasik Sanguo Yanyi, dikisahkan Guan Yu bersama dengan kedua saudara angkatnya Liu Bei dan Zhang Fei saling bahu membahu selama masa Pemberontakan Sorban Kuning. Berasal dari Hedong (sekarang Linyi, Shanxi) Guan Yu dan keluarganya turun temurun tekun mempelajari ajaran Ru atau Konfusiani.

Baca Juga  Nadiem Makarim bersama Elon Musk akan Berdialog dengan Ratusan Mahasiswa di Bali

Leluhur Guan Yu adalah Guan Longfeng adalah seorang menteri dari kaisar terakhir dinasti Xia. Beliau berakhir dipenggal karena berani memperingatkan kaisarnya untuk kembali ke jalan benar seperti leluhurnya, Nabi Yu. Kakek dari Guan Yu, Guan Shen rajin membaca dan mempelajari Yi Jing sedangkan ayahnya Guan Yi tekun mempelajari kitab Chun Qiu, hal inipun menurun kepada Guan Yu yang juga mendalami ajaran Konfusiani dengan gemar membaca dan mempelajari kitab Chun Qiu.

Dalam kisah klasik San Guo diceritakan bagaimana Guan Yu menjaga kedua kakak iparnya dengan berjaga sepanjang malam didepan pintu dengan diterangi sinar lilin beliau duduk membaca kitab Chun Qiu. Gambaran Guan Yu duduk sambil membaca kitab inilah menjadi salah satu pose yang paling ikonik tentang sosok Guan Yu

Baca Juga  DPR Dorong Pemerintah Ikuti Kesuksesan Brasil dalam Membangun Ekosistem Bioetanol Terintegrasi

Dikisahkan juga dalam catatan klasik Dinasti Qing bahwa Guan Yu ketika naik kuda satu tangannya yang kosong senantiasa memegang kitab Chun Qiu dan bahkan tetap membaca kitab ini pada malam hari tanpa melepaskan jubah perangnya.

Chun Qiu Jing (春秋經) atau Kitab Chun Qiu adalah kitab suci yang langsung ditulis oleh Nabi Kongzi. Terdiri dari 18.000 huruf kitab ini sebagai catatan sejarah kronologis Negara Bagian Lu dari tahun 722 hingga 481 SM. Kitab Chun Qiu telah menjadi fondasi intelektual dan moral utama bagi Guan Yu yang membentuk karakternya sebagai simbol kesetiaan (Zhong), kebenaran (Yi) dan bakti (Xiao).

Baca Juga  PUB ikut Ikrar Merajut Keberagaman Nusantara di Deli Serdang Sumut

Guan Yu dianggap sebagai perpaduan sempurna antara kekuatan militer dan kecerdasan intelektual karena pemahamannya yang mendalam terhadap isi kitab Chun Qiu. Dipuja menjadi salah satu Shenming dalam agama Khonghucu, Guan Yu adalah contoh nyata bagaimana kita bisa menjadi seorang Junzi dengan melaksanakan Kebajikan besar yang berlandaskan nilai-nilai agama.