Jakarta – William P Sabander, Presiden Direktur dan Direktur MRT Jakarta, mengatakan jumlah penumpang MRT meningkat selama pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat 1 Jakarta yang dimulai pada 2 November 2021 di persawahan.
Kenaikan mencapai angka 31,8% jika dibandingkan pada masa PPKM level 2 sebelumnya, yakni pada Oktober 2021.
“Penumpang MRT Jakarta mengalami kenaikan sebesar 31,8% dari Oktober ke November 2021, atau sebesar 596% dari Juli ke November 2021,” ujar William dalam diskusi virtual, Selasa (30/11/2021).
William mengatakan, pihaknya mencatat jumlah penumpang MRT pada November 2021 sebanyak 872.925 orang atau rata-rata penumpang pada November adalah 30.101 orang per hari. Satu bulan sebelumnya, Oktober 2021, jumlah penumpang MRT sebanyak 707.854 atau rata-rata 22.834 orang per hari.
“Jumlah pada November ini menang jumlah yang tertinggi di 2021, semoga ke depan makin meningkat. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan pada Juli 2021 yang merupakan puncak second wave (gelombang kedua) pandemi Covid-19,” ungkap William.
Pada Juli 2021, kata William, jumlah penumpang MRT menurun tajam hingga di angka 134.053 atau rata-rata 4.324 orang/hari. Begitu juga dengan pada Agustus 2021, jumlah penumpangnya masih berada di angka 185.647 atau rata-rata 5.989 orang/hari. Hal disebabkan karena penerapan PPKM darurat karena puncak gelombang kedua pandemi Covid-19.
Terkendali
Jumlah ini kemudian mulai meningkat secara bertahap seiring dengan terkendalinya pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM yang levelnya makin turun, yakni jumlah penumpang pada September sebanyak 441.874 atau rata-rata 14.729 orang/hari. Kemudian, naik pada Oktober sebanyak 707.854 atau rata-rata 22.834 orang/hari dan mencapai angka tertinggi pada November sebanyak 872.925 atau rata-rata 30.101 orang/hari.
“Namun, kami prediksi jumlah penumpang ini akan turun lagi pada Desember karena adanya peningkatan level PPKM menjelang libur Natal dan Tahun Baru,” ungkap William.
Meskipun demikian, William mengaku jumlah penumpang pada 2021 masih jauh dari target yang ditetapkan, yakni 65.000 penumpang per hari. Penyebabnya, kata William, karena gelombang kedua pandemi Covid-19 yang puncaknya terjadi pada Juli 2021. Dia pun berharap tidak ada lagi lonjakan kasus pada masa mendatang khususnya antisipasi varian baru Covid-19 Omicron dan libur Natal dan Tahun Baru.
“Second wave itu yang membuat ridership kita terpukul. Kita turun bahkan, kalau kita lihat second wave itu, jauh lebih berat dari first wave. Second wave kemarin itu bahkan membuat, kalau lihat dari grafik itu penumpang MRT pernah di angka 4.000 per hari, itu pada puncak-puncaknya, pada saat itu ada pembatasan, istilahnya PPKM darurat di mana setiap pengguna transportasi publik wajib membawa surat perjalanan. Memang itu berdampak pada ridership,” pungkas William.
Penumpang MRT Jakarta 2021:
Januari: 424.499 atau rata-rata 13.694 orang/hari
Februari: 470.738 atau rata-rata 16.812 orang/hari
Maret: 669.627 atau rata-rata 21.601orang/hari
April: 710.803 atau rata-rata 23.693 orang/hari
Mei: 744.488 atau rata-rata 24.016 orang/hari
Juni: 680.571 atau rata-rata 22.686 orang/hari
Juli: 134.053 atau rata-rata 4.324 orang/hari
Agustus: 185.647 atau rata-rata 5.989 orang/hari
September: 441.874 atau rata-rata 14.729 orang/hari
Oktober: 707.854 atau rata-rata 22.834 orang/hari
November: 872.925 atau rata-rata 30.101 orang/hari. (*/cr2)

